Bisma on Juicy Luicy

Juicy Luicy terbentuk pada 4 April 2010.

Dengan personil :

  • Julian Kaisar ( Vocal )
  • Denis Ligia ( Gitar )
  • Yanuar Ilmawan ( Bass )
  • Dwi Nugroho ( drum )

CERITA SINGKAT JUICY LUICY
Berawal dari Denis yang mempunyai hobi sekaligus menyalurkan kesenanganya bermain gitar dan mendengarkan musik beraliran pop,jazz,dll. karna seringnya Denis memainkan gitar membawakan lagu-lagu pop jazz seperti D,sound, Tompi, Jason Mraz, Maliq and D’essential, Park Drive, dll Denis mulai berfikir untuk mencoba membuat lagunya sendiri dengan aliran musik sejenis dengan pesan  lirik yang denis harap dapat memotivasi orang-orang  menjadi lebih baik dalam berbagai hal. seiring dengan waktu denis telah menciptakan lagu-lagunya sendiri lalu mengajak kakaknya Julian untuk turut serta membantu  menyanyikan lagu-lagu yang sudah denis ciptakan, Denis mengajak kakaknya sendiri Julian dengan alasan Julian mempunyai bakat dan hobi menyanyi, selain itu Denis dan Julian memiliki kesenangan mendengarkan dan menyanyikan musik yang beraliran sejenis bila sedang santai dirumah mereka. Semasa kecilnya Julian mengikuti  les vokal di tempat les vokal ternama dan sempat menjuarai beberapa perlombaan menyanyi, dengan tekhnik vocal dan karakter yang cukup kuat Julian dapat menyanyikan lagu-lagu yang Denis ciptakan dengan baik dan memberi karakter pada lagu yang denis ciptakan. Denis dan Julian mengawali karir mereka dengan mulai berani menampilkan karyanya dan beberapa lagu-lagu ternama yang mereka idolakan di acara-acara ulang tahun teman-teman terdekat,pernikahan, dan  sedikit-sedikit memberanikan tampil di beberapa café walaupun kebanyakan di ulang tahun teman-teman terdekat sehingga Denis dan Julian mendapat julukan band ulang tahun, walau begitu Denis dan Julian tetap merasa nyaman dan senang selagi orang-orang dapat tersenyum saat menikmati petikan gitar Denis mengiringi olah vokal Julian menyanyikan lagu-lagu pop dan jazz yang hanya mendapat bayaran makan dan kadang hanya mendapatkan bayaran dengan ucapan terima kasih dari pengundang yang cukup bisa menyenangkan hati Denis dan Julian. Setelah cukup lama bermain di acara-acara ulang tahun teman dengan hanya satu gitar dan satu vokal Denis dan  Julian berfikir untuk mencoba menambahkan lagi instrument alat pukul agar musik mereka lebih kaya dan berisi. Akhirnya Denis dan Julian mengajak teman dekat mereka Bisma untuk membantu memperkaya musik mereka dengan memainkan alat musik pukul yaitu djimbe dan membentuk band diberi nama Juicy Luicy yang di ambil dari nama wanita di film favorit mereka 50 first date yaitu  Luicy dan menambahkan kata Juicy di awal agar lebih enak bila di ucapkan dan mungkin mudah di ingat orang-orang. Dengan bertambah nya personil baru yaitu Bisma yang memainkan djimbe cukup memberi pengaruh besar pada Juicy Luicy, selain menambahkan instrument pada band yang menjadikan musik Juicy Luicy lebih hidup Bisma juga turut serta membantu Denis untuk membuat lagu untuk Juicy Luicy, bisma membuat lagu-lagu Juicy Luicy menjadi lebih bertempo cepat dari lagu-lagu Denis sebelumnya yang menimbulkan kesan ceria pada lagu Juicy Luicy. Seiring waktu berlalu Juicy Luicy sudah mempunyai cukup banyak, mereka ahirnya berfikir untuk mencoba merekam lagu mereka dan membuat demo, dan mereka pun berfikir ada yang kurang dalam komposisi musik mereka, yaitu kurang groovie. Lalu mereka berfikir untuk mengajak seorang bass player untuk bergabung kedalam Juicy Luicy. Lalu mereka pun bertemu dengan seorang bassis yaitu Yanuar(gobel). Dan dengan sangat singkat mereka berempat membuat lagu lebih groovie karena komposisi yang pas yaitu, vocal, gitar, bass, dan jimbe tetapi masih dalam bentuk akustik. Dan mereka berempat pun mencoba komposisi baru mereka untuk tampil di café-café dan mencari pengalaman baru. Dengan berjalannya waktu, mereka berempat memberanikan diri untuk me-record lagu-lagu mereka walaupun hanya berempat. Dan menghasilkan lagu di antaranya : “kini nanti dan selamanya” , “Mulai berjalan, dan “Bebaskan”, dan dengan hanya bermodalkan 3 lagu tersebut mereka lebih berani untuk mempromosikan band mereka dengan cara membagikannya ke teman-teman dekat mereka untuk lebih mengenal Juicy Luicy. Dan mereka pun menuai hasil dari demo lagu nya itu, mereka di undang untuk bermain di salah satu café di Jakarta dengan format akustik. Seiring waktu berjalan, merekapun sempat bosan dengan format band akustik, dan ingin mencoba mengembangkan Juicy Luicy menjadi sebuah band yang memiliki seorang drum player. Lalu Denis mengajak teman SMA nya untuk menjadi drum player Juicy Luicy, yaitu Dwi Nugroho. Dengan bertambah nya drum player mereka menggarap beberapa lagu dengan genre pop dan terdapat beberapa sentuhan-sentuhan dari passion para personilnya yaitu soul, funk, groove, dan R&B dan sedikit sentuhan jazz, mereka memberanikan diri untuk memasukan profile dan demo mereka untuk tampil di PENSI sekolah-sekolah SMA atau SMP di bandung, dan akhirnya, demo lagu kita dapat diterima dengan baik oleh mereka dan mereka pun berhasil tampil di PENSI sekolah-sekolah. Melihat format band mereka yang standar, mereka ingin membuat sebuah karakter pada band mereka yang mungkin dapat mengubah dan memberikan ciri khas baru pada band mereka, yaitu menambahkan additional yang terdiri dari Gitar (Billy), Keyboard (Doli), Saxophone (Andre atau Tridan), Trumpet (Firman atau Adit), dan Trombone (Sonny). Akan tetapi mulai saat itu bisma seorang pemain jimbe juicy luicy memiliki kesibukan tersendiri dan harus meninggalkan Juicy Luicy. Sampai sekarang mereka mencoba berkarya dengan tujuan memberikan pesan-pesan positif yang disampaikan dalam lagu-lagu mereka dan sangat ingin memberikan musik yang fresh, seperti singkatan JUICY sendiri yang belum lama ini mereka buat yaitu (Joy Under Imagination and Creation of Youth) yang berarti “kesenangan dalam berimajinasi untuk menghasilkan karya berjiwa muda” dan mereka juga berharap untuk dapat memotivasi para anak muda dengan karya-karya mereka, dan LUICY ny sendiri, mereka tetap mengambil filosofi kata tersebut seperti yang sudah di ceritakan sebelumnya.

Aditional (dapat berubah setiap saat)
·        Guitar               :           Billy Bramanda
·        Keyboard         :           Doli
·        Saxophone       :           Andre atau Tridan
·        Trumpet           :           Firman atau Adit

·        Trombone        :           Sonny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: